REVOLUSI KEPEMIMPINAN ABAD 21

Oleh : Arius Kambu[i]

Dunia sedang berubah, era ini ditandai dengan cara pancang manusia dalam melakukan berbagai hal yang benar-ebar diperbaiki maupun dirusak, keti manusia dituntut untuk mememikirkan kegiatan berlanjutan yang disesuaikan dengan perubahan dunia yang semkin maju. Suksesi kepemimpinan muncul dan menghilang di samannya masing-masing sementara cara kita mengerjakan sesuatu tugas sedang mengalami revolusi model dan atau metode mengerjakan tugas tersebut. Misalnya  cara kita membeli dan mengkonsumsi produk mengalami perubahan dari penggunaan bahan kimia menjadi herbal. Perubahan ini tidak akan ada habisnya dan mempengaruhi asas-asas kehidupan yang pernah kita terima sebagimana cara kita menjalani hidup.

Lupakan kepemimpinan. Lupakan untuk meyakinkan kembali bahwa seorang pemimpin dikatakan sukses apabila selama masa kepemimpinannya membawa organisasi menuju tangga kegagalan sehingga pemimpin tersebut dilupakan untuk berluku-liku di tengah-tengah aliran sungai menggap remeh. Inilah dunia ketidak pastian dengan gelombang di mana kita harus berubah untuk bias bertahan dengan bisa mengembangkan diri untuk bisa maju dan berlawanan dalam asas, dimana tindakan perubahan meningkatkan bahwa kita tidak akan bertahan.

Tidak ada pulau dalam aliran sungai. Kepemimpinan bukanlah statis; kepemimpinan bersifat aktif dan terus menerus berubah secara konstan

Ditengah kalkulator kehidupan dengan hitungan matematika politik yang semakin memberikan kesimpulan ketidakpastian dalam teori ilmu  hukum menjelaskan pada kita keributan perubahan dan gejolak ini, kepemimpinan bias tampak sebagai tempat yang aman untuk berlindung menawarkan jaminan. Kepemimpinan nampaknya sedangkan menawarkan suatu kesempatan melarikan diri ke suatu dunia di mana kita mengenal aturan mainnya dan juga menjelaskan pada kita tentang apa yang kita harapkan serta kepemimpinan juga menjelaskan pada kita apa yang harus dilakukan dan bagaimana supaya dihargai. Kepemimpinan menawarkan untuk kembali ke dunia kekuatan dan kesombongan yang tertanaman secara mendalam dalam jiwa setiap  individu yang langsung memberikan inspirasi kepada anda, dan menunjukkan jalan didepan.

Dunia dan kepemimpinan sedang berubah, tidak ada pulau-pulau dalam aliran sungai pemikiran dan kepemimpinan bukanlah statis dan kepemimpinan terus menerus berubah secara konstan. Pemahaman kita tentang kepemimpinan harus di redesain ulang jika ingin berhasil dan memanfaatkan kepemimpinan dengan semua potensi karena kekuatan kepemimpinan belumlah sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Menurut Mel Sorcher dalam Randall P. White, 1997 dalam bukunya The Future of Leadership menjelaskan bahwa sepertiga dari mereka yang terpilih untuk menduduki posisi sebagai eksekutif tampak mengecewakan setelah terpilih[1]. Informasi dalam riset-riset sebelumnya menjelaskan bahwa jumlah tersebut sebesar 50%. Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat dalam tahun-tahun belakangan ini kita telah menyaksikan revolusi sebuah suksesi bergugurnya pemimpin-pemimpin dunia. Sementara itu, masa depan kepemimpinan bermaksud untuk menunjukkan bahwa hasil dari sebuah revolusi menjelaskan bahwa pahlawan-pahlawan telah tiada, tetapi kepemimpinan mereka tetap tinggal membekas dalam sebuah batu nisan karena akan dikenang pada zamannya. Dalam catatan kecil ini tidak memberikan suatu formula ilmu pasti yang dapat memberikan apa yang anda lakukan sekejap untuk menjadi seorang pemimpin. Meminjam pandangan para suraman tentang dunia kepemimpinan yang terlalu rumit untuk dijabarkan dengan daftar kepemimpinan yang bersifat klise. Sebaliknya, catatan ini memetakan tatanan perubahan dunia dan apa yang dapat kita lakukan dalam mencari pemimpin masa depan yang semakin lama semakin harus dilakukan secara terus menerus secara konstan sebagai individu dan organisai dalam mencari pemimpin masa depan.

Dalam era keterbukaan ini, tangangan justru bersifat individu, setiap individu harus bertanggung jawab atas pengembangan diri mereka sendiri. Pengembangan diri mengharuskan seseorang secara individu diharuskan menempatkan diri mereka dalam situasi dan lingkungan dimana mereka mengembangkan keahlian dan perspektif baru. Dalam kaitan ini Randall (1997) menjelaskan tentang kepemimpinan gelombang jauh lebih dari itu. Kepemimpinan harus mencakup budaya suatu organisasi dan yang mengecilkan hati, budaya masyarakat. Setiap organisasi tidak peduli dimana, apa yang dilakukan atau siapa yang dipekerjakan-harus bertanya pada dirinya sendiri apakah dia memelihara dan mengembangkan suatu budaya kepemimpinan.

Perubahan budaya adalah suatu masa perubahan yang bergejolak, organisasi harus mencakup perubahan dan organisasi diharapkan terus membuat gerakan-gerakan perubahan yang tepat pada waktu yang tepat untuk selama-lamanya. Masih dalam Randall (1997) menjelaskan bahwa dunia sedang berubah dengan langkah yang lebih cepat dari yang sudah pernah terjadi, jhal ini dapat dilihat lebih banyak saluran telepon akan diinstalasi di Cina dalam tujuh tahun mendatang dibandingkan dengan yang selama abad ini di instalasi di Amerika Utara. Sepuluh tahun yang lalu sebuah program pengolahan kata mempunyai 15.000 baris kode komputer dan dibandingkan oleh lima orang. Sekarang program-program mempunyai lebih dari 500.000 baris kode dan dibuat oleh tim-tim yang berangotakan 50 orang. Kecenderungan-kecenderungan seperti pembuatan spesifikasi individual secara massal, makanan cepat saji, pengiriman dokumen secara instan (dimana surat kilat telah memberikan jalan kepada facsimile yang sedang memberikan jalan kepada internet), begitu juga pergerakan soaial-ekonomi sedang membuat perubahan ini menjadi kenyataan bagi kita semua. Suatu revolusi yang berkenaan dengan organisasi, teknologi dan manajerial melalui wilayah barat ke wilayah  asia sedang dalam perjalanan. Menjelaskan bahwa ada kebutuhan untuk mengubah diri menghadapi revolusi. Tetapi ini tidak berarti bahwa revolusi organisasi, teknologi dan manajerial tersebut membuat kita untuk lupa diri yang berlebihan.

Meminjam pendapat Michael Harmmer dan James Champy dalam buku mereka Reengineering the Corporation yang ditulis kembali oleh  Randall (1997) menjelaskan perlunya organisasi memperlengkapi diri mereka dengan selembar kertas kosong dan memulainnya dari awal lagi. Hal ini menjelaskan pada kita bahwa yang diperlukan dalam sebuah revolusi hanyalah sebuah penah dan selembar kertas yang dapat menjelaskan revolusi dengan torehan pena.

Masa lalu merupakan sebuah pelajaran yang tidak bisa dilupakan atau dihilangkan begitu saja sementara itu masalalu merupakan pelajaran yang terus menerus dievaluasi sehingga pengalaman tersebut mempunyai pengarus dinamis pada masa kini dan masa yang akan datang dan masa lalu juga penting untuk belajar dari sejarah dan bukannya mencoba untuk menghidupkannya kembali.

Perubahan pada saat ini menjelaskan pada kita bahwa kepemimpinan sedang berkembang dan kepemimpinan juga secara tidak langsung menjelaskan pada kita untuk selalu belajar dari masa lalu untuk tetap bergerak maju kedepan karena pemimpin masa depan akan dibangun di atas keahlian dan sikap yang telah mereka tegakkan selama pengembangan kepemimpinan melalui organisasi formal maupun non formal.

Mendaki dalam tatanan organisasi merupakan jalan menuju kesuksesan karis. Pemimpin masa kini harus membawa orang-orang bersama mereka dalam sekumpulan arah yang berbeda, medreka harus menguasai ketidak pastian dan ancaman dalam lingkungan organisasi modern dan para pengikut harus disiapkan untuk menjaga diri mereka sendiri.

Belajar dari sejarah kepemimpinan dapat dijelaskan bahwa pemimpin-pemimpin besar tampaknya selalu tahu apa yang harus dilakukan. Dalam pemerintahan Indonesia saat ini, tugas kepamimpinan berkenan dengan bagaimana mengantarkan orang ketempat mereka harus berada. Jika rute perjalanan dari A ke B telah diketahui, masalah  arah dan kemajuan yang mantap adalah tugas kepemimpinan. Berkait itu Randall (1997) menjelaskan pada tahun 1990 para pemimpin mendapati diri mereka sedang berada dalam aliran yang meluncur turun dengan sangat deras, dan bukannya dalam arus yang bergerak lamban. Hal ini menjelaskan bahwa kepemimpinan gelombang  yang meliputi lima keahlian utama yang perlu dimiliki bagai kepemimpinan adalah (1). Proses belajar yang sulit; (2). Memaksimalkan energy; (3) kesederhanaan yang mengema; (4) multifokus; (5). Menguasai perasaan yang terdalam[2].

Kepemimpinan di masa mendatang tidak hanya perlu mempunyai kemampuan untuk mengatasi dampak emosional dari perubahan selangkah-demi selangkah, tetapi juga perlu membantu orang dalam organisasi untuk secara cepat meraih cara kerja baru yang lebih efektif. Kesuksesan di masa lalu tidak akan menjamin kesuksesan dimasa mendatang. Hal ini dikarenakan kepastian telah member jalan pada ketidakpastian.

Proses Belajar Yang Sulit

Rasa takut gagal adalah hambatan utama dalam mengembangkan keahlian untuk menangani ketidakpastian. Para pemimpin organisasi manapun diharapkan untuk menyeimbangkan kebutuhan-kebutuhan yang bertentangan antara menawarkan keamanan dan kepastian pada staf mereka dan sementara itu pada waktu yang sama mempromosikan perubahan dan inovasi lebih banyak daripada yang sudah pernah dilihat dalam hidup organisasi dan stafnya.

Belajar adalah alat kunci  dalam proses ini, khususnya kemampuan untuk mengenali dan mempelajari hal-hal yang sulit dipelajari oleh individu atau organisasi. Ha ini seringkali melihatkan reorientasi wawasan untuk mengambil risiko dan membuat kesalahan. Berapa banyak pemimpin bias dengan jujur berkatan bahwa mereka bekerja untuk organisasi di masa secara positif didorong untuk mengambil risiko? Berapa banyak pemimpin yang mengakui kesalahan  mereka ? berapa banyakkah yang secara aktif dan sengaja belajar dari kesalahan-kesalahan itu ?

 Memaksimalkan Energi

Cirri umum akan orang-orang yang menangani ketidaktentuan dengan baik tampak pada mudahnya akses menuju energy, baik dalam diri mereka sendiri maupun dalam diri orang lain. Ketika data tidak jelas atau tidak tentu, seringkali perlu menggunakan suatu pendekatan coba-coba pada banyak beban kerja. Hal ini bias sangat melelahkan dan menggunakan banyak energy fisik dan emosional. Pakar-pakar ketidak pastian tampaknya mempunyai persediaan energi untuk hal tersebut. Berapa banyak pemimpin yang menyalurkan energy mereka sendiri dan energy orang lain secara efektif?

 Kesederhanaan Yang Menggema

Dalam organisasi jumlah tingkatan telah dikurangi dan saliuran komunikasi telah diperpendek , tetapi berkali-kali pesan-pesan penting tetap saja gagal disampaikan. Dalam masa-masa perubahan, kekacauan dan kompleksitas pemimpin yang mempunyai kemampuan untuk menangkap hakikat suatu isu dengan suatu cara yang membuatnya bergema disemua bagian organisasi akan membuat pesannya tersampaikan. Seberapa besarkah gema Anda dalam organisasi Anda ?

 Multifokus

Organisasi mempunyai banyak tujuan dan juga bertentangan misalnya dalam dunia bisnis yang mengedepankan investasi jangka panjang akan berlawanan dengan tekanan tiba-tiba dari pasar bursa. Seringkali juga terjadi bahwa tugas anda yang mendesak adalah gangguan bagi saya. Dalam penelitian yang dilakukan para suraman berlawanan dengan ajaran manajemen klasik, banyak pimpinan berpandangan bahwa hal-hal seperti diatas bukanlah gangguan. Seberapa fokuskah anda pada jangka pendek ? seberapa focus pada jangka panjang ? bagaimana kedua hal tersebut diseimbangkan secara efektif demi keuntungan individu dan organisasi.

 Menguasai Perasaan Yang Terdalam

Dalam budaya dalam masyarakat yang masih terpaku pada data, seringkali yang menjadi bagian masalah adalah terbatasnya data yang tersedia atau bahwa data-data tersebut tidak bisa dipercaya. Dalam keadaan seperti ini, satu-satunya sumber  data yang ada mungkin adalah apa yang kita sebut sebagai perasaan yang terdalam. Seberapa sering anda mengikuti penilaian intuisi anda dan mengakuinya ? bagaimana and mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama ?.

Keahlian bisa diraih, dipahami, dan penuh kekuatan yang luar biasa tetapi keahlian tidak menjamin kesuksesan. Sejalan dengan pemahaman itu Randall (1997) memberikan beberapa pendapat yang dapat menjamin kesuksesan antara lain : 1). Masa depan akan berbeda dengan masa lalu secara radikal; (2). Kepemimpinan akan menjadi hal yang mendasar dan kepemimpinan dalam bentuk baru bahkan menjadi lebih vital. Para pemimpin hari ini akan menjadi tiada di esok hari, kita perlu menemukan pemimpin-pemimpin esok hari’ (3). Kecapatan langkah perubahan akan meningkat; (4) desakan untuk menemukan satu solusi “terbaik” akan tetapi mengandalkan naluri dan kemampuan menarik perhatian.

Sejak   reformasi kepemimpinan menjadi hal yang berarti dewasa ini, krisis kepemimpinan paling jelas terungkap pada sisi gelap. Manipulasi yang dilakukan penguasa melalui media dan lewat system politik dan ekonomi, merupakan potret yang menyolok dari sifat buruk kepemimpinan yang dapat menjelaskan kekuatan kepemimpinan positif dan negative, dan perjuangan untuk mengembangkan pemimpin yang cakap dan mampu dalam mengintegrasikan kedua aspek dari perjalanan hidup kepemimpinan mereka serta mewakili kebutuhan serius yang perlu dipahami dalam menghadapi tantangan luar bisa dari abad kedua puluh satu.

Masa depan kepemimpinan menguji keahlian-keahlian yang diperlukan untuk menunggangi aliran deras organisasi. Catatan ini bertujuan untuk membantu para pemimpin-pemimpin muda untuk memahami ketidakpastian baru dan menetapkan agenda kepemimpinan untuk abad kedua puluh satu. Sementara itu dengan membaca catatan ini dapat membantu para pimpinan dalam menyelesaikan masalah organisasi. Dalam organisasi yang baru, para pemimpin dan organisasi yang dipimpin biasanya dihadapkan pada banyak sekali pilihan setiap harinya. Dalam catan ini mungkin menciptakan pulau-pulau kecil dalam sebuah sunggai yang menimbulkan masalah tetapi juga menyajikan sebuah pilihan sederehana : tetaplah didarat dan bertindak seakan-akan dunia tidak berubah; atau berlayarlah dalam petualangan ketidak pastian.

[1] Sorcher M, Predicting Executive Success, John Wiley, New York, 1985

[2] The Future of Leadership, Randall 1987

[i] Staff Penfajar Jurusan Manajemen FE-Uncen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: